Nama : Ravenzka Grace Surlia
NIM : 243300020030
Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., Mi.I.Kom
METODE PENELITIAN SOSIOLOGI MENURUT SOERJONO SOEKANTO
Penelitian adalah kegiatan ilmiah guna mengungkapkan kebenaran atau mengetahui suatu hal.
Sebagai ilmu pengetahuan, penelitian sosiologi memerlukan metode ilmiah. Tujuannya untuk mempelajari atau mengkaji obyek penelitiannya, yakni masyarakat.
Para sosiolog atau ahli sosiologi ada yang hanya menggunakan satu metode ilmiah dalam penelitiaannya. Namun, tak jarang pula para sosiolog menggunakan lebih dari satu metode.
Dikutip dari Buku Pedoman Belajar Metode Penelitian (2020) karya Karmanis dan Karjono, metode penelitian diartikan sebagai upaya untuk mencari tahu sebuah cara atau mendapat pengetahuan ilmiah.
Menurut Soerjono Soekanto dalam bukunya yang berjudul Sosiologi Suatu Pengantar (2013), ada dua jenis metode penelitian sosiologi, yakni metode kualitatif dan kuantitatif. Metode kualitatif masih dibagi lagi menjadi tiga, yaitu metode historis, komparatif, dan studi kasus.
Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan di bawah ini:
1. Metode kualitatif
Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa metode kualitatif dalam penelitian sosiologi, mengutamakan bahan yang sulit diukur dengan angka atau ukuran lain yang bersifat eksak, meski bahan tersebut sebenarnya bisa didapat secara nyata di masyarakat.
Metode penelitian sosiologi ini dibagi lagi menjadi tiga, yaitu:
A. Metode historis
Adalah metode yang menggunakan analisis atas peristiwa di masa lampau untuk merumuskan berbagai prinsip umum.
B. Metode komparatif
Metode ini mementingkan perbandingan antara berbagai masyarakat serta bidangnya, guna memperoleh perbedaan, persamaan, serta penyebabnya.
Perbedaan dan persamaan tersebut ditujukan untuk mendapat petunjuk mengenai perilaku masyarakat di masa silam dan masa sekarang, serta kondisi masyarakat dengan tingkat peradaban yang berbeda atau sama.
C. Metode studi kasus
Bertujuan mempelajari sedalam-dalamnya salah satu gejala nyata yang terjadi di masyarakat.
Studi kasus bisa digunakan untuk menelaah suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga, maupun individu.
2. Metode kuantitatif
Adalah metode yang menggunakan simbol angka dan segala sesuatu yang berhubungan dengan hal yang dapat diukur.
Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa metode kuantitatif mengutamakan bahan keterangan dengan angka. Sehingga gejala yang diteliti bisa diukur dengan skala, indeks, tabel, serta formula yang semuanya menggunakan ilmu pasti atau matematika.
3. Metode deduktif
Didasarkan pada hal yang bersifat umum untuk kemudian ditarik ke hal yang lebih khusus.
4. Metode induktif
Didasarkan pada hal bersifat khusus, kemudian diambil generalisasinya atau hal yang sifatnya umum.
Referensi :
1. Artikel Kompas
2. Powerpoint Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., Mi.I.Kom


Tks materinya
ReplyDeleteInformasinya sangat bagus dan dapat menjadi ruang belajar digital lewat blog Kak, terus dikembangkan Kak
ReplyDelete