Nama : Ravenzka Grace Surlia
NIM : 243300020030
Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular
Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., Mi.I.Kom
Mari Mengenal Auguste Comte, Sang Bapak Sosiologi
Sosiologi adalah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari fenomena di dalam masyarakat. Tujuan utama sosiologi adalah mengetahui pola perilaku dan interaksi masyarakat.
Bapak sosiologi dunia adalah Auguste Comte. Mengapa Auguste Comte disebut bapak Sosiologi? Karena dia mengenalkan pertama kali ilmu pengetahuan menggunakan masyarakat sebagai objek studi.
Sosiologi lahir ketika gejala sosial revolusi industri. Revolusi ini berdampak pada eksploitasi tenaga kerja dan urbanisasi. Masyarakat berpindah tempat secara besar-besaran sampai memunculkan konflik baru.
Auguste Comte melakukan penelitian sosial ketika revolusi industri di abad ke-19. Dia mempelajari pola perilaku masyarakat yang dilakukan secara ilmiah. Penelitian tersebut kemudian dikenal sebagai cabang ilmu sosiologi.
Mengutip dari Modul Pembelajaran Sosiologi kelas X, sekitar tahun 1332 ada pemikir Islam bernama Ibnu Khaldun. Tokoh pemikir Islam ini pertama kali mengenalkan kajian tentang masyarakat sebelum Auguste Comte. Tetapi, kajian sosiologi dibahas secara umum dan lebih lengkap oleh Auguste Comte.
Auguste Comte dinobatkan sebagai Bapak Sosiologi Dunia, karena dari dialah istilah sosiologi pertama kali tercetus. Sebelum sosiologi dibuat rumusan secara independen, sosiologi dianggap sebagai ilmu filsafat, tepatnya filsafat sosial yang mempelajari persoalan sosial kemasyarakatan secara kritis, radikal dan komprehensif.
Namun, dengan buah pemikiran kritis dan idealis bapak sosiologi dunia akhirnya sosiologi lebih didefinisikan dan lebih dipersempit pengertiannya daripada filsafat sosial, dan akhirnya lahirlah sebuah ilmu sosial baru yang disebut dengan sosiologi. Berkat teori dan pengetahuannya, sosiologi bisa menjadi cabang ilmu yang lepas dari ilmu filsafat.
Berita Update
Beranda
News
Konten dari Pengguna
Kisah Singkat Auguste Comte, Bapak Sosiologi Dunia
Berita Update
4 Februari 2022 14:24 WIB
·
waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Update tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bapak sosiologi dunia
Bapak sosiologi dunia
ADVERTISEMENT
Auguste Comte dinobatkan sebagai Bapak Sosiologi Dunia, karena dari dialah istilah sosiologi pertama kali tercetus. Sebelum sosiologi dibuat rumusan secara independen, sosiologi dianggap sebagai ilmu filsafat, tepatnya filsafat sosial yang mempelajari persoalan sosial kemasyarakatan secara kritis, radikal dan komprehensif.
ADVERTISEMENT
Namun, dengan buah pemikiran kritis dan idealis bapak sosiologi dunia akhirnya sosiologi lebih didefinisikan dan lebih dipersempit pengertiannya daripada filsafat sosial, dan akhirnya lahirlah sebuah ilmu sosial baru yang disebut dengan sosiologi. Berkat teori dan pengetahuannya, sosiologi bisa menjadi cabang ilmu yang lepas dari ilmu filsafat.
Kisah Auguste Comte, si Bapak Sosiologi Dunia
Menurut Encyclopaedia Britannica, Auguste Comte lahir pada 19 Januari 1798 di Montpellier, Perancis dan meninggal dunia pada 5 September 1857 di Paris. Ia dinobatkan sebagai Bapak Sosiologi Dunia karena dari Comte, kata-kata sosiologi pertama kali digunakan.
Ayah Comte, Louis Comte adalah seorang pejabat pajak dan ibunya, Rosalie Boyer merupakan seseorang yang sangat taat agama. Comte termasuk seseorang yang dewasa sebelum waktunya. Di usia dini dia harus ikut menentang republikanisme dan skeptisisme yang terjadi di Perancis.
Comte masuk sekolah pada 1814 di Paris. Sekolah tersebut dulunya untuk melatih insinyur militer namun kemudian diubah menjadi sekolah umum untuk pengetahuan umum. Hanya bertahan dua tahun, Comte harus berpindah sekolah pada 1816.
Di sekolah baru, Comte mendapatkan ilmu pengetahuan matematika dan jurnalistik. Comte juga menghabiskan waktu dengan membaca buku filsafat dan sejarah. Dirinya sangat tertarik dengan para pemikiran beberapa tatanan dalam sejarah manusia.
Di Paris, Comte mendapatkan seorang teman yaitu Henri de Saint Simon. Seorang reformis sosial Perancis dan salah satu pendiri sosialisme. Comte dan Saint Simon memiliki pemikiran yang sama. Bahkan beberapa artikel dari Comte diterbitkan oleh Saint Simon. Seiring berjalannya waktu, Comte merasa berbeda tujuan terlebih mengenai sudut pandang dan latar belakang ilmiah. Akhirnya Comte memutuskan untuk tidak bekerja sama dengan Saint Simon.
Pada 1826 Comte mulai melakukan pengenalan ilmu sistem filsafat positif. Bahkan pada 1828 hingga 1829 dirinya berhasil mempublikasikan filosofi positif pada sebuah buku yang berjudul Cours de Filsafatie Positif. Dari tahun 1832 hingga 1842 Comte merupakan seorang pengajar dan penguji di beberapa sekolah.
Namun pada tahun-tahun terakhir dirinya bertengkar dengan pihak sekolah dan harus kehilangan pekerjaannya. Comte menikahi Caroline Massin pada 1825 namun pernikahan itu kandas di tahun 1842. Kisah kehidupan Comte kemudian didukung penuh oleh murid-muridnya di Perancis. Comte menghabiskan waktunya dengan menyusun beberapa karya besar lainnya. Bahkan dirinya menyelesaikan formula sosiologinya.
Karya Comte menekankan moralitas dan kemajuan moral sebagai pengetahuan dan upaya manusia. Sekaligus memberikan penjelasan tentang pemerintahan atau organisasi politik yang diperlukan. Tulisannya kemudian diteliti dan disebarkan secara luas di seluruh Eropa. Banyak intelektual yang kemudian menerjemahkan dan mengumumkan karyanya.
Comte dikenal dengan pribadinya yang keras kepala dan egois. Namun hal itu diseimbangkan dengan semangatnya untuk kesejahteraan manusia melalui ide-ide pemikirannya. Dia mengabdikan dirinya tanpa lelah untuk menyebarkan dan mengenalkan paham-pahamnyan dalam upaya meningkatkan masyarakat.
Comte menyampaikan gagasan dan ide pemikirannya yang khusus, jelas dan menarik tentang sosiologi di dalam buku karangannya mengenai sosiologi yaitu Le Cours de Philosophie Positivistic. Comte meninggal dunia karena penyakit kanker yang dideritanya pada tahun 1857. (DNR)
Pengertian Sosiologi Menurut Auguste Comte
Menurut Auguste Comte sosiologi adalah cabang ilmu yang mempelajari manusia. Sebagai seorang manusia memiliki naluri untuk senantiasa hidup bersama dengan sesama.
Pemikiran Comte tentang sosiologi dikenal hukum 3 tahap pemikiran manusia. Tahapan yang dimaksud Auguste Comte yaitu tahap teologis, tahap metafisik, dan tahap positivistik.
Kata sosiologi berasal dari bahasa Latin socius yang artinya kawan atau teman. Sedangkan logis bermakna ilmu. Dari dua kata tersebut jika diartikan sosiologi adalah ilmu tentang teman.
Secara luas, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari interaksi di dalam masyarakat. Ilmu ini sudah dikenal di abad ke-19 dan melepaskan diri dari ilmu filsafat.
Kajian sosiologi mempelajari ikatan antar manusia dan kehidupan. Selain itu sosiologi mempelajari golongan, masyarakat, ikatan adat, kebiasaan, kepercayaan, tingkah laku, dan kebudayaan.
Tahapan Perkembangan Manusia Auguste Comte :
1. Tahap Teologis
Tahap pertama karena awal mula perkembangan akal budi manusia. Pada tahap ini dibagi lagi menjadi 3 periode yaitu periode fetisisme (masyarakat yang mempercayai roh-roh halus), periode politeisme (waktu masyarakat mempercayai dewa-dewa), dan periode monoteisme (kepercayaan akan Tuhan yang berkuasa penuh).
2. Tahap Metafisik
Tahapan kedua ini merupakan tahap transisi ke positif. Gejala sosial terdapat kekuatan yang dapat terungkapkan. Jadi bisa dikatakan ada pergeseran cara berpikir manusia. Seperti penerangan alam sendiri tetapi belum berpangkal dari data empiris.
3. Tahap Positif
Tahap ketiga ini pengetahuan dapat berubah dan mengalami perbaikan. Perubahan ini seiring dengan kemampuan intelektual manusia. Akal budi penting berdasarkan data empiris dan memperoleh hukum baru.
Sumber dan referensi:
1. Artikel katadata.com
2. Artikel Kumparan.com


Informasinya sangat bagus dan dapat menjadi ruang belajar digital lewat blog Kak, terus dikembangkan Kak
ReplyDelete