Thursday, November 14, 2024

PROSES DAN INTERAKSI SOSIAL

Nama : Ravenzka Grace Surlia

NIM : 243300020030

Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., Mi.I.Kom 

PROSES DAN INTERAKSI SOSIAL

Manusia tidak luput dengan perannya sebagai makhluk sosial yang tak pernah lepas berinteraksi, tidak hanya pembicaraan hal yang penting namun pembicaraan ringan terkadang menjadi hal yang sangat penting untuk menambah informasi. Contohnya jika ketika seseorang menghadapi masalah, pasti akan bercerita entah itu teman, orang tua, saudara atau siapapun itu untuk mencurahkan isi hati dan perasaan semakin lega untuk mendapatkan saran yang terbaik. Jadi apa itu Interaksi sosial?Manusia tidak luput dengan perannya sebagai makhluk sosial yang tak pernah lepas berinteraksi, tidak hanya pembicaraan hal yang penting namun pembicaraan ringan terkadang menjadi hal yang sangat penting untuk menambah informasi.



Contohnya jika ketika seseorang menghadapi masalah, pasti akan bercerita entah itu teman, orang tua, saudara atau siapapun itu untuk mencurahkan isi hati dan perasaan semakin lega untuk mendapatkan saran yang terbaik. Jadi apa itu Interaksi sosial.

A. Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial berasal dari kata interaksi artinya tindakan yang terjadi secara dua orang atau lebih yang bereaksi akan timbal balik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Sosial yang berarti mencakup saling berkesinambungan atau bekerja sama seperti halnya manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri dan akan membutuhkan orang lain.

Secara sederhana, pengertian interaksi sosial adalah hubungan timbal balik antara individu maupun kelompok untuk menjalin hubungan pertemanan, diskusi, kerjasama yang diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.

B. Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli
Adapun pengertian Interaksi sosial menurut 5 para ahli:

1. Gilin

Interaksi sosial dijelaskan oleh gillin sebagai hubungan sosial yang dinamis antara individu dengan individu lain atau dengan kelompok atau hubungan antar kelompok. Hubungan ini tercipta karena pada dasarnya manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain.

2. Bonner

Interaksi sosial menurut Bonner adalah hubungan antara dua orang atau lebih yang aksinya dari individu dapat mempengaruhi / mengubah kehidupan individu lain.

3. Walgito

Walgito berpendapat bahwa adanya hubungan timbal balik dalam interaksi sosial dapat memberikan pengaruh terhadap individu atau kelompok lain. Interaksi sosial juga berpengaruh terhadap kelompok dengan kelompok lain yang saling berhubungan.

4. Soerjono Soekanto

Soerjono Soekanto berpendapat  bahwa interaksi sosial adalah proses sosial yang berkaitan dengan cara berhubungan antara individu dan kelompok untuk membangun sistem dalam hubungan sosial.

5. Murdiyatmo dan Handayani

Murdiyatmo dan Handayani menjelaskan pengertian interaksi sosial sebagai hubungan yang dibangun seseorang dengan orang lain yang dalam proses kehidupan tersebut terbangun struktur sosial. Pada struktur sosial tersebut juga terbangun hubungan yang saling mempengaruhi antara satu dengan yang lainnya.

C. Ciri-ciri Interaksi Sosial

Menurut Sosiologi Charles P. Loomis ciri-ciri interaksi sosial , yaitu:

- Jumlah pelaku lebih dari seorang bahkan lebih

- Adanya  komunikasi diantara para pelaku dengan menggunakan simbol-simbol.

- Adanya tujuan-tujuan tertentu, terlepas dari sama atau tidak sama dengan yang diperkirakan oleh para pengamat.

D. Syarat Interaksi Sosial

Sebagai manusia tidak lepas dengan interaksi dalam kegiatan sehari-hari, karena sudah pasti manusia akan membutuhkan seseorang untuk saling bertahan hidup. Namun agar lebih jelas dalam interaksi sosial ada 2 syarat yang akan terjadinya interaksi sosial, yaitu:

1. Kontak Sosial

Dalam pengertian sosiologi, kontak sosial tidak hanya interaksi melalui tatap muka saja namun adapun melakukan kontak tanpa bertemu langsung seperti informasi melalui, radio, telepon bahkan surat elektronik ini termasuk interaksi sosial yang sudah berkembang di kemajuan zaman.

Kontak sosial dibagi menjadi dua:

A. Kontak Sosial bersifat Primer: Kontak terjadi secara langsung seperti bertatap muka.

B. Kontak Sosial bersifat Sekunder: Kontak terjadi secara tidak langsung atau menggunakan media penghubung seperti telepon, surat elektronik bahkan melalui pesan media sosial.

2.  Komunikasi

Dalam interaksi sosial, komunikasi merupakan hal yang sangat penting dengan maksud adanya saling mengungkapkan perilaku entah itu dalam berbicara, sikap bahkan gesture untuk menyampaikan pesan. Namun, ada beberapa unsur pokok dalam komunikasi yaitu:

- Komunikator adalah seorang atau sekelompok orang yang menyampaikan pesan untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan atau keterkaitan.

- Komunikan adalah seorang atau kelompok yang menerima pesan dari komunikator.

- Pesan adalah sesuatu hal yang disampaikan oleh komunikator. Pesan biasanya berisikan informasi, pertanyaan, bahkan pengungkapan emosi dan perasaan.

- Media adalah perantara untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar bahkan film biasanya memberikan pesan tersurat.

- Efek adalah perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan, setelah mendapatkan pesan dari komunikator.

E. Jenis dan Contoh Interaksi Sosial

Interaksi mempunyai beberapa jenis, untuk mudah dipahami mari simak berikut ini:

1. Interaksi Sosial Individu dengan Individu

Interaksi sosial individu merupakan pertemuan antara seseorang dengan individu lain yang bertujuan untuk memberikan aksi atau respon untuk menjadi teman dan mengarah ke arah bekerja sama jika reaksinya positif, namun jika reaksinya negatif kemungkinan akan muncul konflik atau pertentangan.

Contoh : Ketika bertemu saling menyapa, bertanya dan menginformasikan tentang apa yang dibutuhkan.

2. Interaksi Sosial Individu dengan Kelompok

Interaksi sosial individu dengan kelompok pada salah satu bahkan kelompok yang lebih besar biasanya terdiri lebih dari 3 orang yang dimana akan memberikan informasi entah itu promosi,  bahkan seminar. Selain itu, biasanya interaksi sosial ini disampaikan oleh beberapa orang saja yang kemudian informasi yang disampaikan akan didengarkan oleh banyak orang atau kelompok.

Contoh: Menjadi seorang narasumber dalam kegiatan seminar

3. Interaksi Kelompok dengan kelompok

Interaksi Kelompok dengan kelompok merupakan pertemuan antara dua kelompok atau lebih dengan kelompok  yang berbeda, untuk mengkomunikasikan hal yang berkaitan namun sifatnya bukan hal pribadi namun untuk kepentingan kelompok itu sendiri. Namun untuk berkomunikasi antar kelompok terkadang menghadapi pro dan kontra harus lebih berhati-hati, karena setiap pendapat seseorang bisa saja menyerang kelompok lainnya.

Contoh: Para pemuda karang taruna memberi informasi kepada masyarakat untuk saling bekerjasama membersihkan halam rumah agar menjadi juara perlombaan kebersihan di acara HUT-RI 17 Agustus.

F. Pola Interaksi Sosial

Pola Interaksi Sosial Interaksi sosial yang terjadi antara individu maupun kelompok yang bersifat dinamis dan mempunyai pola tertentu, sebagaimana kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan secara pengulangan hingga berjangka panjang maka akan bertahan terwujudnya hubungan sosial yang baik .

Pola interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

A. Berdasarkan kedudukan sosial (status) dan peranannya. Contohnya, seorang guru yang mengajar bersama muridnya harus mencerminkan perilaku seorang guru. Sebaliknya, siswa harus menaati gurunya.

B. Kegiatan yang terus berlanjut hingga menemukan titik tujuan untuk menghasilkan suatu hal yang terbaik dan terus mengembangkan pemikiran atau ide. Contohnya, dari adanya interaksi, seseorang melakukan terjalin kerjasama bisnis, muncul suatu pertentangan, adanya persaingan, dan lain sebagainya.

C. Interaksi sosial dapat terjadi pada siapapun tidak mengenal waktu, tempat dan keadaan biasanya akan terlibat sebagaimana pola pikir masyarakat akan terbentuk. Contohnya, Salah satu sekolah mempunyai penilaian yang baik dalam hal disiplin, kebersihan dan prestasi siswa yang begitu berpengaruh di salah satu daerah. Namun kepercayaan masyarakat pada sekolah tersebut selalu baik, hanya saja di suatu waktu sekolah tersebut tercemar tidak baik karena kelakuan siswa yang melakukan tindakan tidak terpuji.


G. Faktor-Faktor Terbentuknya Interaksi Sosial

1. Imitasi

Imitasi adalah seseorang atau lebih melakukan untuk meniru seseorang dalam hal gaya, sikap, perilaku hingga penampilan terlihat menyerupai fisik seseorang. Biasanya faktor interaksi sosial ini dapat terjadi pada indvidu yang ngefans dengan salah satu idolanya.

Seseorang yang ngefans dengan idolanya biasanya akan berusaha untuk memakai pakaian dengan model yang sama. Tidak hanya itu, seorang fans terkadang mengikuti model rambut yang sama dengan idolanya.

2. Sugesti

Sugesti merupakan seseorang yang terpengaruh karena adanya suatu dorongan diberikan orang lain dengan beberapa cara tertentu yang dimana seseorang tersebut akan melaksanakan dengan apa yang di sugestikan terkadang tanpa berfikir rasional. Faktor ini dapat kita lihat ketika ada seorang anak yang diberikan nasihat oleh orang tuanya.

Selain itu, faktor sugesti yang bisa memunculkan interaksi sosial bukan hanya bisa terjadi karena diberi nasihat oleh orang tua saja, tetapi bisa terjadi karena diberikan nasihat oleh seorang guru. Dengan nasihat-nasihat yang diharapkan penerima nasihat bisa menerima dengan baik dan bisa dijadikan sebagai pedoman dalam menjalani masa depan nanti.

3. Simpati

Simpati adalah bagaimana kita memperlihatkan sikap akan rasa tertarik pada seseorang akan sesuatu hal atau sikap yang menarik pada dirinya seperti penampilan, pola pikirnya bahkan kebijaksanaannya dengan menerapkan nilai-nilai yang dianut oleh orang yang menaruh simpati.

Dengan adanya faktor ini, maka seseorang akan tergerak hatinya untuk membantu orang lain. Apabila semakin banyak orang yang dapat dibantu, maka kehidupan bermasyarakat akan menjadi lebih harmonis dan interaksi sosial pun tetap bisa terus terjaga dengan baik.

4. Identifikasi

Identifikasi merupakan suatu pemberian tanda ciri khas sehingga sebenarnya ini berkaitan dengan imitasi seseorang dengan keinginan sama atau identik bahkan serupa dengan orang lain yang ditiru (idolanya), hingga menghilangkan jati dirinya sendiri. Hal seperti ini, sebaiknya segera dihindari karena kehilangan jati diri bisa membuat seseorang lupa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki oleh dirinya.

5. Empati

Empati merupakan merasakan sesuatu yang dialami oleh orang lain, baik itu kebahagiaan maupun kesedihan. Contohnya, ketika seorang siswa masuk ke PTN yang diharapkan, orang tua bahkan temannya akan ikut merasakan kebahagiaan.

Interaksi dalam masyarakat akan menumbuhkan bentuk hubungan saling mempererat dan mengubah suatu kondisi masyarakat di suatu daerah, misalnya dalam interaksi sosial positif melakukan gotong royong ini merupakan suatu bentuk Interaksi sosial. Bentuk interaksi sosial terbagi menjadi dua yaitu Asosiatif dan Disosiatif. Apa perbedaanya, mari kita pelajari lebih mendalam.

H. Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi Sosial Asosiatif (Positif)

Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah interaksi sosial yang positif, untuk mengarah kebaikan akan kerjasama dan menciptakan sesuatu antara seseorang dengan yang lain untuk mencapai tujuan yang positif. Namun, interaksi sosial asosiatif ini terbagi lagi menjadi empat, yaitu:

1. Kerjasama

Suatu pekerjaan yang dikerjakan oleh sekelompok individu atau saling membantu yang bertujuan mewujudkan kegiatan yang positif. Dalam kehidupan selalu memerlukan bantuan orang lain namun tetap dalam batas yang wajar. Contohnya, seperti gotong royong antar tetangga.

2. Akomodasi

Akomodasi merupakan penyesuaian diri seseorang bahkan kelompok manusia yang sebelumnya saling bertentangan, supaya mengatasi ketegangan dengan antara pihak yang bertentangan dibutuhkanlah akomodasi.

Tujuannya untuk menciptakan keseimbangan interaksi sosial yang akan berkaitan dengan norma dan nilai-nilai dalam lingkup masyarakat. Namun akomodasi ini terbagi lagi menjadi beberapa bagian, diantaranya:

a. Ajudikasi

Ajudikasi merupakan proses cara penyelesain konflik sosial yang juga dikenal dengan akomodasi. Perselisihan ini terjadi karena interaksi sosial antar individu atau suatu kelompok dengan kelompok lainnya dengan berbagai macam cara. Contoh: Dalam kasus perceraian, kasus korupsi, kasus penipuan, kasus pencemaran nama baik, kasus pembunuhan bahkan kasus pelanggaran hak cipta.

b. Arbitrase

Upaya untuk menyelesaikan konflik dengan pihak ketiga sebagai keputusan yang mengikat tidak bisa diganggu gugat oleh kedua pihak yang berselisih. Contoh: Seorang guru BK memberi hukuman kepada kedua murid yang bertengkar karena kalah pertandingan sepak bola.

c. Kompromi

Kompromi merupakan suatu upaya untuk mendapatkan kesepakatan di antara dua pihak yang berbeda pendapat atau berselisih paham, tujuannya untuk menyelesaikan perselisihan .

d. Konsiliasi

Suatu upaya dalam menyelesaikan sengketa atau perselisihan dari pihak-pihak dengan melibatkan pihak netral yang dinamakan konsiliator yang mencari titik tengah (penyelesaian atau persetujuan) yang mempertemukan keinginan dari pihak-pihak yang berselisih.

e. Mediasi

Mediasi merupakan upaya untuk menyelesaikan konflik dengan melibatkan pihak ketiga yang netral, hampir serupa seperti arbitrase namun hanya sebagai penengah (mediator). Contoh: Pertikaian GAM (Gerakan Aceh Merdeka) di mediator oleh Swedia pada tanggal 15 Agustus 2005.

f. Stalemate

Stalemate merupakan ketika dua pihak saling memiliki konflik yang bertentangan namun konflik tersebut berhenti karena menghadapi suatu peristiwa sehingga keduanya saling berhenti untuk menyerang. Contoh: Berakhirnya perang dingin antara Blok Barat yang dipimpin Amerika dan Blok Timur dipimpin oleh Uni Soviet pada saat di era !990-an.

3. Toleransi

Toleransi adalah sikap saling menghargai dan menghormati dalam bermasyarakat baik individu maupun berkelompok.  Dalam hal ini seperti saling tolong menolong antar sesama tanpa memandang suku, agama, ras maupun antar golongan.

Hal ini sendiri dapat kita lihat pada masyarakat Indonesia yang telah menjadi warisan budaya bangsa termanifestasi ke dalam unsur budaya yang ada sedperti simbol, praktik sosial, adat istiadat, dan masih banyak lagi yang dijelaskan pada buku Harmoni Dalam KERAGAMAN : Jejak Budaya Toleransi oleh Muhammad Nur Prabowo Setyabudi, Dkk.

4. Akulturasi

Akulturasi adalah penerimaan segala unsur–unsur baru dimasa kini menjadi suatu kebudayaan baru tanpa menghilangkan ciri khas / hal yang berkaitan dengan unsur lama.

Contohnya:

– Pertunjukan wayang-wayang yang mengisahkan cerita dari India tentang Mahabarata (sejarah),

– Bagunan masjid Kudus yang mencerminkan adanya interaksi budaya Jawa, Islam dan Hindu

– Lifestyle gaya hidup seseorang yang mengikuti tren entah dari berpakaian, model rambut dan lain-lain.

5. Asimilasi

Asimilasi merupakan percampuran suatu budaya dengan menghilangkan ciri khas kebudayaan aslinya lalu membentuk kebudayaan baru dan menerapkan dalam keseharian.

Contohnya : Asimilasi Ras Mongoloid dan Ras Negroid di Benua Asia membentuk ras baru.

Interaksi Sosial Disosiatif(Negatif)

Disosiatif merupakan Interaksi sosial yang mengarah kepada konflik serta perpecahan dalam individu maupun kelompok, biasanya Disosiatif akan mengarah ke hal negatif. Seperti:

1. Persaingan (Kompetisi)

Pasti sudah tak asing dengan kata ‘Kompetisi’. Kompetisi merupakan interaksi sosial untuk saling bersaing secara individu maupun kelompok biasanya akan  mencari keuntungan di bidang-bidang tertentu tanpa menggunakan ancaman kekerasan.

Contohnya: Pertandingan Bulu tangkis Olympic 2020 Anthony Ginting melawan antonsen anders.

2. Kontravensi

Kontravensi adalah upaya seseorang untuk menentang suatu perkara secara tersembunyi supaya tidak terjadi perselisihan. Adapun biasanya seseorang akan bersikap ragu, tidak pasti, penyangkalan bahkan penolakan dengan tidak mengungkap secara terbuka. Ini disebabkan karena perbedaan pendirian di kalangan-kalangan tertentu. Contohnya: Membocorkan rahasia teman pada orang lain.

Adapun perbuatan dalam bentuk kontravensi taktis, contohnya: Membuat tuduhan tiba-tiba tanpa alasan, menipu seseorang dengan berbagai alasan dan lain sebagainya.

3. Pertentangan

Konflik adalah sebuah pertentangan atau bisa lanjutan dari kontravensi yang sifatnya terbuka yang biasanya akan menyebabkan pertikaian. Penyebabnya adanya perbedaan argumentasi yang membuat rasa marah hingga benci dan dapat menimbulkan untuk saling menyerang bahkan melukai seseorang bahkan kelompok


Sumber : 

1. Materi Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd.,Mi.I.Kom 

2. Gramedia.com

3. Merdeka.com


Monday, November 11, 2024

Sosiologi

Nama : Ravenzka Grace Surlia

NIM : 243300020030

Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengampuh: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom 


SOSIOLOGI


Apa itu Sosiologi? 

Sosiologi adalah suatu ilmu sosial, yang di mana di dalamnya berisi tentang kehidupan sosial manusia. Manusia sebagai makhluk sosial, tentunya tak dapat lepas dari yang namanya sosiologi. Pengertian sosiologi sendiri menurut bahasa ialah suatu ilmu tentang sifat, perilaku dan perkembangan masyarakat.

‌Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

 1. Menurut KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat, atau ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.

2. Menurut Auguste Comte

Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi Dunia karena merupakan tokoh yang pertama kali mencetuskan konsep sosiologi. Kata sosiologi mulanya digunakan dalam tulisannya yang berjudul Cours de Philosophie Positive pada tahun 1842. Dilansir dari laman resmi Universitas Sam Ratulangi, menurut Auguste Comte, sosiologi adalah suatu disiplin ilmu yang bersifat positif yaitu mempelajari gejala-gejala dalam masyarakat yang didasarkan pada pemikiran rasional dan ilmiah.

3. Menurut William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff

William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff menjelaskan pengertian sosiologi dalam buku berjudul Sociology edisi keempat. Menurut mereka, sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya berupa organisasi sosial.

4. Menurut Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Dalam buku berjudul Setangkai Bunga Sosiologi, Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi berpendapat bahwa sosiologi sebagai ilmu masyarakat mempelajari tentang struktur sosial yakni keseluruhan jalinan sosial antara unsur-unsur sosial yang pokok, seperti kaidah, kelompok dan lapisan sosial.

5. Menurut J.A.A Van Doorn dan C.J. Lammers

J.A.A Van Doorn dan C.J. Lammers mendefinisikan sosiologi dalam buku berjudul Modern Sociology, Systematic en Analyse. Menurut mereka, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

6. Menurut P.J. Bouman

Dalam bukunya yang berjudul Sociologie Begrien en Problemen, P.J. Bouman berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, sifat dan perubahan-perubahan, lembaga-lembaga serta ide-ide sosial.

Mengapa Kita Perlu Memahami Sosiologi? 

Dengan mempelajari sosiologi, seseorang dapat memahami pola-pola sosial yang tersembunyi di balik tindakan sehari-hari, seperti mengapa kita berperilaku tertentu dalam situasi sosial, bagaimana norma dan nilai terbentuk, dan bagaimana kekuasaan dan ketidaksetaraan didistribusikan dalam masyarakat.

Selain itu, sosiologi membantu kita menyadari bahwa banyak masalah pribadi sebenarnya adalah masalah sosial yang lebih luas. Misalnya, pengangguran bukan hanya masalah individu yang malas, tetapi juga hasil dari struktur ekonomi dan kebijakan publik yang mempengaruhi lapangan pekerjaan. Pemahaman ini mempersiapkan individu untuk lebih kritis dan tanggap terhadap berbagai peluang, tantangan, dan kesulitan hidup. Sosiologi juga mendorong kita untuk berpikir tentang peran kita dalam masyarakat dan bagaimana kita bisa berkontribusi untuk perubahan sosial yang positif.

Melalui perspektif sosiologis, kita belajar untuk mengapresiasi keragaman budaya dan mengembangkan empati terhadap orang lain. Ini penting dalam dunia yang semakin global dan terhubung, di mana interaksi dengan orang dari latar belakang berbeda menjadi lebih sering. Pada akhirnya, sosiologi tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga alat praktis untuk menganalisis dan memecahkan masalah sosial, sehingga memungkinkan individu untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berkontribusi pada kemajuan masyarakat secara keseluruhan.

Ciri-Ciri Sosiologi

Setelah membahas tentang pengertian sosiologi, maka supaya lebih memahami tentang sosiologi, maka kamu perlu mengetahui ciri-ciri sosiologi juga. Berikut ini ciri-ciri sosiologi yang perlu kamu ketahui.

1. Sosiologi bersifat kumulatif

Ciri-Ciri Sosiologi pertama adalah Sosiologi bersifat kumulatif berarti sosiologi ini disusun atas dasar teori yang telah ada, kemudian diperbaiki, serta diperluas untuk memperkuat teori terdahulu. Dengan kata lain, teori sosiologi juga selalu dapat diperiksa serta ditelaah dengan kritis oleh pihak yang ini memahaminya atau bersifat objektif

2. Sosiologi bersifat non-etis

Sosiologi bersifat non etis berarti pembahasan masalah dalam sosiologi, tak memperdebatkan tentang baik atau buruknya. Akan tetapi, lebih berfokus kepada penjelasan secara mendalam tentang bagaimana suatu permasalahan itu kemudian dapat terjadi di lingkungan sosial.

3. Sosiologi bersifat empiris

Sosiologi ini bersifat empiris artinya sikap sosiologi akan mendasar pada observasi serta akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif. Sosiologi juga merupakan ilmu nyata yang didasarkan pada fakta yang logis, bukan berdasarkan ilmu imajinasi atau khayalan.

4. Sosiologi bersifat teoretis

Sosiologi bersifat teoretis berarti  ilmu yang disusun ini kemudian akan berdasarkan data serta hasil observasi yang lebih akurat. Ciri teoretis ini menekankan kepada hubungan sebab akibat dari gejala sosial di masyarakat. Sosiologi yang bersifat teoretis kemudian akan menekankan pada penyusunan abstrak yang merupakan kerangka dari susunan berbagai unsur logis.

Contoh Sosiologi 

1. Kemiskinan

Kemiskinan adalah salah satu contoh kajian sosiologi di dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali kemiskinan ini kemudian dapat ditemui dalam lingkungan kehidupan sekitar kita. Kemiskinan yang menjadi pusat perhatian sosiologi diantaranya kemudian berkaitan dengan kekurangan pangan serta rendahnya tingkat kesejahteraan yang banyak dialami oleh masyarakat.

Untuk mengurangi masyarakat dari kemiskinan diperlukan juga berbagai upaya nyata, serta agar upaya yang dilakukan tidak salah arah ataupun salah sasaran, diperlukan pengetahuan yang memadai mengenai masalah kemiskinan yang dihadapi. Kemiskinan ini sendiri diakibatkan oleh kegagalan panen, kondisi ekonomi yang tidak stabil, dan sebagainya.


2. Kejahatan

Kejahatan adalah salah satu bentuk kajian sosiologi dalam kehidupan sehari-hari. Kejahatan kemudian menjadi salah satu hal yang cukup marak terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sendiri dipengaruhi dengan adanya perubahan sosial di dalam suatu masyarakat.

Semakin pesat perubahan sosial di suatu masyarakat, maka akan semakin tinggi pula angka kejahatan yang terjadi. Angka kejahatan di masyarakat tradisional relatif stabil. Sementara itu, di masyarakat industri modern yang sangat cepat berubah berbagai angka kejahatan yang semakin tinggi, terutama di kota-kota besar.

3. Pengangguran

Pengangguran yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat ini merupakan salah satu bentuk kajian sosiologi. Pengangguran ini juga termasuk ke dalam permasalahan proses sosial yang mengakibatkan suatu kesenjangan sosial. Pengangguran ini sendiri terjadi karena berbagai faktor ataupun banyak hal. Salah satu contoh yang menyebabkan terjadinya pengangguran adalah minimnya tingkat lowongan pekerjaan yang ada.

4. Perceraian

Perceraian sebagai berakhirnya suatu pernikahan. Perceraian juga termasuk ke dalam kajian sosiologi dalam kehidupan sehari-hari. Perceraian ini sendiri terjadi karena adanya ketidakharmonisan yang terjadi dalam suatu keluarga, sehingga kemudian mengakibatkan pengambilan keputusan dalam melakukan pisah.

5. Peperangan

Perang adalah wujud nyata sebuah konflik terbuka di antara dua masyarakat atau lebih. Jika konflik tidak menemukan jalan lain untuk pemecahannya, maka peranglah yang kemudian dijadikan solusi.

Peperangan juga menjadi salah satu bentuk dari adanya kajian sosiologi di kehidupan sehari-hari. Dengan semakin maju masyarakat, maka semakin canggih pula teknologi peperangan. Oleh karena itu, dampak yang ditimbulkan dari peperangan akan semakin besar.

6. Pelanggaran Norma

Pelanggaran norma di dalam masyarakat kemudian menjadi hal yang sudah tidak dapat dimungkiri lagi. Dalam kajian sosiologi, norma juga merupakan hal yang kerap dibahas dalam mengatur perilaku individu masyarakat. Norma-norma masyarakat ini mengatur perilaku setiap orang agar tidak merugikan diri sendiri maupun pihak lain. Setiap norma ataupun peraturan ini didasarkan kepada nilai-nilai sosial tertentu yang kemudian dijunjung tinggi oleh masyarakat.

7. Pencurian

Pencurian adalah salah satu yang dikaji di dalam ranah sosiologi. Pencurian merupakan tindakan yang melanggar hukum. Pencurian ini sendiri terjadi karena seorang individu memiliki pemikiran negatif, kesulitan di dalam memenuhi kebutuhan hidup serta terjadinya suatu kesenjangan untuk fenomena sosial dalam kehidupannya. Hal ini kemudian mengakibatkan orang-orang yang melakukan hal nekat dengan cara mencuri ataupun mengambil barang milik orang lain secara sengaja.

8. Kenakalan Anak

Anak-anak dari semua golongan ataupun kelas sosial sama-sama berpotensi memiliki perilaku yang nakal. Kebutuhan ekonomi yang tidak terpenuhi kemudian menjadi sebab kenakalan anak-anak dari kelas sosial bawah, sementara kurangnya kasih sayang serta perhatian orang tua menjadi penyebab kenakalan anak-anak dari kelas sosial ekonomi atas.

9. Perkelahian Pelajar

Perkelahian pelajar juga menjadi suatu bentuk tindakan dimana mereka berusaha menyingkirkan pihak lawan dengan melakukan tindakan kekerasan. Perkelahian yang terjadi di antara pelajar sering kali terjadi karena adanya permasalahan antar siswa. Hal ini tentunya akan berakibat pada suatu permasalahan sosial sebab akan turut menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

10. Kebut - Kebutan di Jalan

Kebut-kebutan di jalan juga menjadi salah satu bentuk kajian sosiologi. Kebut-kebutan di jalan ini telah menjadi suatu hal yang tidak lagi asing terdengar di telinga masyarakat. Sering kali, di dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat hal ini. Bahkan, kebut-kebutan juga kerap dilakukan oleh anak-anak yang masih berada dibawah umur. Hal ini tentu saja akan menimbulkan berbagai keresahan di dalam masyarakat.

Fungsi Sosiologi 

Adapun beberapa fungsi sosiologi antara lain ;

1. Penelitian

Fungsi sosiologi yang pertama ialah penelitian. Dengan penelitian, diharapkan akan membantu memperoleh rencana penyelesaian masalah sosial dengan baik.

2. Pembangunan

Selain penelitian, fungsi sosiologi yang berikutnya ialah pembangunan. Sosiologi juga berfungsi untuk memberikan data sosial yang kemudian diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pada tahap penilaian dalam suatu pembangunan.

Lalu, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan dalam setiap tahapan tersebut. Pada tahap perencanaan, kamu harus memperhatikan kebutuhan sosial. Pada tahap pelaksanaan, kekuatan sosial masyarakat serta proses perubahan sosial juga haruslah diperhatikan.

3. Perencanaan Sosial

Seperti telah disebutkan pada poin sebelumnya, salah satu fungsi sosiologi ialah perencanaan sosial. Perencanaan sosial sendiri, adalah upaya untuk menyiapkan masa depan sosial di masyarakat. Tujuan dari perencanaan sosial ialah mengatasi munculnya berbagai masalah yang ada serta terjadi dalam masyarakat.

4. Pemecahan Permasalahan Sosial

Fungsi sosiologi yang terakhir adalah pemecahan masalah sosial. Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tak lepas dari permasalahan sosial. Pemecahan masalah sosial ini meliputi metode preventif sekaligus represif. Metode preventif artinya adalah menyiapkan berbagai metode ataupun cara pencegahan sebelum terjadinya masalah.

Sementara itu, metode represif artinya adalah tindakan yang dilakukan, setelah terjadinya penyimpangan ataupun masalah sosial.




Sumber : 

1. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sosiologi
2. Materi presentasi Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.

3. https://www.gramedia.com/literasi/ciri-ciri-sosiologi/


Analisa Gowok Kamasutra Jawa Dari Perspektif Budaya, Sosial, Etika dan Agama

Nama : Ravenzka Grace Surlia NIM : 243300020030 Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd.,...