Monday, November 11, 2024

Sosiologi

Nama : Ravenzka Grace Surlia

NIM : 243300020030

Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular

Dosen Pengampuh: Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom 


SOSIOLOGI


Apa itu Sosiologi? 

Sosiologi adalah suatu ilmu sosial, yang di mana di dalamnya berisi tentang kehidupan sosial manusia. Manusia sebagai makhluk sosial, tentunya tak dapat lepas dari yang namanya sosiologi. Pengertian sosiologi sendiri menurut bahasa ialah suatu ilmu tentang sifat, perilaku dan perkembangan masyarakat.

‌Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli

 1. Menurut KBBI

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat, atau ilmu tentang struktur sosial, proses sosial, dan perubahannya.

2. Menurut Auguste Comte

Auguste Comte dikenal sebagai Bapak Sosiologi Dunia karena merupakan tokoh yang pertama kali mencetuskan konsep sosiologi. Kata sosiologi mulanya digunakan dalam tulisannya yang berjudul Cours de Philosophie Positive pada tahun 1842. Dilansir dari laman resmi Universitas Sam Ratulangi, menurut Auguste Comte, sosiologi adalah suatu disiplin ilmu yang bersifat positif yaitu mempelajari gejala-gejala dalam masyarakat yang didasarkan pada pemikiran rasional dan ilmiah.

3. Menurut William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff

William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff menjelaskan pengertian sosiologi dalam buku berjudul Sociology edisi keempat. Menurut mereka, sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya berupa organisasi sosial.

4. Menurut Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Dalam buku berjudul Setangkai Bunga Sosiologi, Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi berpendapat bahwa sosiologi sebagai ilmu masyarakat mempelajari tentang struktur sosial yakni keseluruhan jalinan sosial antara unsur-unsur sosial yang pokok, seperti kaidah, kelompok dan lapisan sosial.

5. Menurut J.A.A Van Doorn dan C.J. Lammers

J.A.A Van Doorn dan C.J. Lammers mendefinisikan sosiologi dalam buku berjudul Modern Sociology, Systematic en Analyse. Menurut mereka, sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur dan proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

6. Menurut P.J. Bouman

Dalam bukunya yang berjudul Sociologie Begrien en Problemen, P.J. Bouman berpendapat bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hubungan sosial antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, sifat dan perubahan-perubahan, lembaga-lembaga serta ide-ide sosial.

Mengapa Kita Perlu Memahami Sosiologi? 

Dengan mempelajari sosiologi, seseorang dapat memahami pola-pola sosial yang tersembunyi di balik tindakan sehari-hari, seperti mengapa kita berperilaku tertentu dalam situasi sosial, bagaimana norma dan nilai terbentuk, dan bagaimana kekuasaan dan ketidaksetaraan didistribusikan dalam masyarakat.

Selain itu, sosiologi membantu kita menyadari bahwa banyak masalah pribadi sebenarnya adalah masalah sosial yang lebih luas. Misalnya, pengangguran bukan hanya masalah individu yang malas, tetapi juga hasil dari struktur ekonomi dan kebijakan publik yang mempengaruhi lapangan pekerjaan. Pemahaman ini mempersiapkan individu untuk lebih kritis dan tanggap terhadap berbagai peluang, tantangan, dan kesulitan hidup. Sosiologi juga mendorong kita untuk berpikir tentang peran kita dalam masyarakat dan bagaimana kita bisa berkontribusi untuk perubahan sosial yang positif.

Melalui perspektif sosiologis, kita belajar untuk mengapresiasi keragaman budaya dan mengembangkan empati terhadap orang lain. Ini penting dalam dunia yang semakin global dan terhubung, di mana interaksi dengan orang dari latar belakang berbeda menjadi lebih sering. Pada akhirnya, sosiologi tidak hanya memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga alat praktis untuk menganalisis dan memecahkan masalah sosial, sehingga memungkinkan individu untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna dan berkontribusi pada kemajuan masyarakat secara keseluruhan.

Ciri-Ciri Sosiologi

Setelah membahas tentang pengertian sosiologi, maka supaya lebih memahami tentang sosiologi, maka kamu perlu mengetahui ciri-ciri sosiologi juga. Berikut ini ciri-ciri sosiologi yang perlu kamu ketahui.

1. Sosiologi bersifat kumulatif

Ciri-Ciri Sosiologi pertama adalah Sosiologi bersifat kumulatif berarti sosiologi ini disusun atas dasar teori yang telah ada, kemudian diperbaiki, serta diperluas untuk memperkuat teori terdahulu. Dengan kata lain, teori sosiologi juga selalu dapat diperiksa serta ditelaah dengan kritis oleh pihak yang ini memahaminya atau bersifat objektif

2. Sosiologi bersifat non-etis

Sosiologi bersifat non etis berarti pembahasan masalah dalam sosiologi, tak memperdebatkan tentang baik atau buruknya. Akan tetapi, lebih berfokus kepada penjelasan secara mendalam tentang bagaimana suatu permasalahan itu kemudian dapat terjadi di lingkungan sosial.

3. Sosiologi bersifat empiris

Sosiologi ini bersifat empiris artinya sikap sosiologi akan mendasar pada observasi serta akal sehat yang hasilnya tidak bersifat spekulatif. Sosiologi juga merupakan ilmu nyata yang didasarkan pada fakta yang logis, bukan berdasarkan ilmu imajinasi atau khayalan.

4. Sosiologi bersifat teoretis

Sosiologi bersifat teoretis berarti  ilmu yang disusun ini kemudian akan berdasarkan data serta hasil observasi yang lebih akurat. Ciri teoretis ini menekankan kepada hubungan sebab akibat dari gejala sosial di masyarakat. Sosiologi yang bersifat teoretis kemudian akan menekankan pada penyusunan abstrak yang merupakan kerangka dari susunan berbagai unsur logis.

Contoh Sosiologi 

1. Kemiskinan

Kemiskinan adalah salah satu contoh kajian sosiologi di dalam kehidupan sehari-hari. Seringkali kemiskinan ini kemudian dapat ditemui dalam lingkungan kehidupan sekitar kita. Kemiskinan yang menjadi pusat perhatian sosiologi diantaranya kemudian berkaitan dengan kekurangan pangan serta rendahnya tingkat kesejahteraan yang banyak dialami oleh masyarakat.

Untuk mengurangi masyarakat dari kemiskinan diperlukan juga berbagai upaya nyata, serta agar upaya yang dilakukan tidak salah arah ataupun salah sasaran, diperlukan pengetahuan yang memadai mengenai masalah kemiskinan yang dihadapi. Kemiskinan ini sendiri diakibatkan oleh kegagalan panen, kondisi ekonomi yang tidak stabil, dan sebagainya.


2. Kejahatan

Kejahatan adalah salah satu bentuk kajian sosiologi dalam kehidupan sehari-hari. Kejahatan kemudian menjadi salah satu hal yang cukup marak terjadi dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sendiri dipengaruhi dengan adanya perubahan sosial di dalam suatu masyarakat.

Semakin pesat perubahan sosial di suatu masyarakat, maka akan semakin tinggi pula angka kejahatan yang terjadi. Angka kejahatan di masyarakat tradisional relatif stabil. Sementara itu, di masyarakat industri modern yang sangat cepat berubah berbagai angka kejahatan yang semakin tinggi, terutama di kota-kota besar.

3. Pengangguran

Pengangguran yang terjadi di dalam kehidupan masyarakat ini merupakan salah satu bentuk kajian sosiologi. Pengangguran ini juga termasuk ke dalam permasalahan proses sosial yang mengakibatkan suatu kesenjangan sosial. Pengangguran ini sendiri terjadi karena berbagai faktor ataupun banyak hal. Salah satu contoh yang menyebabkan terjadinya pengangguran adalah minimnya tingkat lowongan pekerjaan yang ada.

4. Perceraian

Perceraian sebagai berakhirnya suatu pernikahan. Perceraian juga termasuk ke dalam kajian sosiologi dalam kehidupan sehari-hari. Perceraian ini sendiri terjadi karena adanya ketidakharmonisan yang terjadi dalam suatu keluarga, sehingga kemudian mengakibatkan pengambilan keputusan dalam melakukan pisah.

5. Peperangan

Perang adalah wujud nyata sebuah konflik terbuka di antara dua masyarakat atau lebih. Jika konflik tidak menemukan jalan lain untuk pemecahannya, maka peranglah yang kemudian dijadikan solusi.

Peperangan juga menjadi salah satu bentuk dari adanya kajian sosiologi di kehidupan sehari-hari. Dengan semakin maju masyarakat, maka semakin canggih pula teknologi peperangan. Oleh karena itu, dampak yang ditimbulkan dari peperangan akan semakin besar.

6. Pelanggaran Norma

Pelanggaran norma di dalam masyarakat kemudian menjadi hal yang sudah tidak dapat dimungkiri lagi. Dalam kajian sosiologi, norma juga merupakan hal yang kerap dibahas dalam mengatur perilaku individu masyarakat. Norma-norma masyarakat ini mengatur perilaku setiap orang agar tidak merugikan diri sendiri maupun pihak lain. Setiap norma ataupun peraturan ini didasarkan kepada nilai-nilai sosial tertentu yang kemudian dijunjung tinggi oleh masyarakat.

7. Pencurian

Pencurian adalah salah satu yang dikaji di dalam ranah sosiologi. Pencurian merupakan tindakan yang melanggar hukum. Pencurian ini sendiri terjadi karena seorang individu memiliki pemikiran negatif, kesulitan di dalam memenuhi kebutuhan hidup serta terjadinya suatu kesenjangan untuk fenomena sosial dalam kehidupannya. Hal ini kemudian mengakibatkan orang-orang yang melakukan hal nekat dengan cara mencuri ataupun mengambil barang milik orang lain secara sengaja.

8. Kenakalan Anak

Anak-anak dari semua golongan ataupun kelas sosial sama-sama berpotensi memiliki perilaku yang nakal. Kebutuhan ekonomi yang tidak terpenuhi kemudian menjadi sebab kenakalan anak-anak dari kelas sosial bawah, sementara kurangnya kasih sayang serta perhatian orang tua menjadi penyebab kenakalan anak-anak dari kelas sosial ekonomi atas.

9. Perkelahian Pelajar

Perkelahian pelajar juga menjadi suatu bentuk tindakan dimana mereka berusaha menyingkirkan pihak lawan dengan melakukan tindakan kekerasan. Perkelahian yang terjadi di antara pelajar sering kali terjadi karena adanya permasalahan antar siswa. Hal ini tentunya akan berakibat pada suatu permasalahan sosial sebab akan turut menimbulkan keresahan bagi masyarakat.

10. Kebut - Kebutan di Jalan

Kebut-kebutan di jalan juga menjadi salah satu bentuk kajian sosiologi. Kebut-kebutan di jalan ini telah menjadi suatu hal yang tidak lagi asing terdengar di telinga masyarakat. Sering kali, di dalam kehidupan sehari-hari, kita melihat hal ini. Bahkan, kebut-kebutan juga kerap dilakukan oleh anak-anak yang masih berada dibawah umur. Hal ini tentu saja akan menimbulkan berbagai keresahan di dalam masyarakat.

Fungsi Sosiologi 

Adapun beberapa fungsi sosiologi antara lain ;

1. Penelitian

Fungsi sosiologi yang pertama ialah penelitian. Dengan penelitian, diharapkan akan membantu memperoleh rencana penyelesaian masalah sosial dengan baik.

2. Pembangunan

Selain penelitian, fungsi sosiologi yang berikutnya ialah pembangunan. Sosiologi juga berfungsi untuk memberikan data sosial yang kemudian diperlukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pada tahap penilaian dalam suatu pembangunan.

Lalu, terdapat hal-hal yang harus diperhatikan dalam setiap tahapan tersebut. Pada tahap perencanaan, kamu harus memperhatikan kebutuhan sosial. Pada tahap pelaksanaan, kekuatan sosial masyarakat serta proses perubahan sosial juga haruslah diperhatikan.

3. Perencanaan Sosial

Seperti telah disebutkan pada poin sebelumnya, salah satu fungsi sosiologi ialah perencanaan sosial. Perencanaan sosial sendiri, adalah upaya untuk menyiapkan masa depan sosial di masyarakat. Tujuan dari perencanaan sosial ialah mengatasi munculnya berbagai masalah yang ada serta terjadi dalam masyarakat.

4. Pemecahan Permasalahan Sosial

Fungsi sosiologi yang terakhir adalah pemecahan masalah sosial. Manusia sebagai makhluk sosial tentunya tak lepas dari permasalahan sosial. Pemecahan masalah sosial ini meliputi metode preventif sekaligus represif. Metode preventif artinya adalah menyiapkan berbagai metode ataupun cara pencegahan sebelum terjadinya masalah.

Sementara itu, metode represif artinya adalah tindakan yang dilakukan, setelah terjadinya penyimpangan ataupun masalah sosial.




Sumber : 

1. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sosiologi
2. Materi presentasi Ibu Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom.

3. https://www.gramedia.com/literasi/ciri-ciri-sosiologi/


10 comments:

Analisa Gowok Kamasutra Jawa Dari Perspektif Budaya, Sosial, Etika dan Agama

Nama : Ravenzka Grace Surlia NIM : 243300020030 Fakultas Hukum Universitas Mpu Tantular Dosen Pengampu : Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd.,...